Kiat Berantas Korupsi: Sebuah Tawaran

paankbilang.blogspot,
Korupsi, semakin hari semakin menggerogoti hingga habis 'jiwa-raga' Ibu Pertiwi. Berbagai cara dan metode sudah dilakukan oleh Pemerintah dala rangka memberantas 'penyakit enak' ini. Secara pribadi saya kurang paham, sejak kapan penyakit ini menjangkiti Ibu Pertiwi. Gema reformasi 1998-lah yang memperkenalkan saya dengan penyakit ini. Sebelum masa itu, entah karena belum terungkap atau karena memang belum menjangkit, nama "korupsi" belum populer.

Solusi dari Pemerintah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebuah badan bentukan pemerintah yang bertugas menelisik para pelaku korupsi telah menjelma menjadi memek momok yang menakutkan bagi sebagian pejabat negeri ini. Sepak terjang Lembaga ini pun telah menyita perhatian banyak pihak. Walaupun masih ada saja pihak yang memandang kinerja KPK masih 'tebang pilih'. Indonesian Corruption Watch (ICW) pun sudah mencoba menerapkan banyak cara untuk 'memberitahu pejabat' bahwa korupsi itu memalukan. Mulai dari usulan membuat infotainment yang meng-ekspose profil dan keluarga sang koruptor, sampai memberi seragam khusus bagi terpidana korupsi, namun hasilnya? Entahlah.

Solusi dari Laboratorium Ide
Sebagai warga negara yang baik, lewat media ini saya mencoba menawarkan sebuah solusi untuk mencegah semakin menularnya penyakit ini. Adapun solusi yang saya tawarkan adalah, dengan memberlakukan Sumpah Mandul!
Ya. Iya betul, sumpah mandul, sekali lagi sum-pah ma-ndul!!! Logika yang saya pakai begini, setiap manusia pasti mendambakan mempunyai keturunan. Ini lalu kita hubungkan dengan sumpah jabatan. Karena menurut pandangan saya, sumpah jabatan 'atas nama Tuhan' dan kitab suci tak terlalu menakutkan bagi beliau para pejabat yang koruptor dan calon koruptor. Barangkali tekhnisnya begini, setelah sumpah jabatan yang biasa dilaksanakan, pejabat yangbersangkutan diambil sumpah sekali lagi:

"Sumpah Mandul.
Saya berani mandul.
Saya benar-benar berani mandul dan tidak punya keturunan sama sekali jika saya:
bla-bla-bla"


atau dengan kata-kata yang lain biar lebih resmi tapi intinya tetep kesitu. Repot? Konsekuensi sang pejabat dong! Ini juga berlaku untuk semua kegiatan yang melibatkan pengambilan sumpah, misal di pengadilan. Atau juga, ketika Polisi menginterogasi tertuduh/terdakwa, di akhiri dengan kata: "Anda berani mandul?"
Solusi ini saya pikir cukup sederhana namun bagi saya pribadi SANGAT MENAKUTKAN. Dan lagi, Sumpah Mandul jauh lebih ringkas, jika dibandingkan dengan sumpah pocong misalnya.

Sedikit survey kecil sudah saya laksanakan dan hasilnya luar biasa. Cobalah, misal, ketika anda sedang kumpul-kumpul dengan kawan anda dan tiba-tiba ada bau kentut tak sedap tercium, tanyalah mereka satu per satu. Jika nggak ada yang ngaku, tanyai sekali lagi satu persatu dengan imbuhan: "Berani mandul?" dan lihat reaksi mereka.

Hue he he, semoga solusi ini tidak terlalu konyol untuk didiskusikan.

Ada yang punya tawaran solusi lain untuk mengatasi korupsi?

Coda: Untuk tetanggaku, terimakasih. Curhatan anda tentang keturunan menumbuhkan ide ini. Semoga anda dan pasangan cepat mendapatkan momongan.



Top Blogs
jika anda suka dengan blog ini, dan,
jangan lupa ninggalin comment sama isi buku tamu yaa

» Read More...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ideas Community