Logo Harkitnas ke-108 Tahun 2016 Vector CDR

paankbilang.blogspot, Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei akan datang sebentar lagi. Sebagai kuli di salah satu lembaga pemerintah di kabupaten antah berantah (baca: Kebumen), saia diminta atasan untuk membuat materi publikasi terkait Harkitnas ini.

Sayangnya, hingga tulisan ini dibuwat, belum ada logo resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kominfo. Mungkin sedang banyak kegiatan. Akhirnya, dengan segala daya upaya yang seadanya saia menggambar sendiri logo Peringatan Hari kebangkitan Nasional ke-108 Tahun 2016 seperti ini:


Saia membuat ini menggunakan software CorelDraw X4 (bukan ori :sad: ). File *.CDR saia sertakan juga dibawah tulisan ini. Link itu menuju ke sebuah file ber-ekstensi *.zip yang berisi file CorelDraw X4 (*.cdr), Font/huruf yang saia gunakan, dan file jadi (*.JPG) dengan resolusi 4393 x 4393 pixel.

File CDR:
klik disini (ziddu)

Terimakasih. Semoga membantu.

» Read More...

Aktifkan mode USB Media perangkat (MTP) Android 4.4 (KitKat) dan 5.0 (Lollipop)

paankbilang.blogspot, Hari ini Selasa (26/01/2016) saia diminta meng-upload sebuah video ke Google Drive oleh seorang teman. Karena posisi di lapangan dan saia tidak membawa flashdrive akhirnya saia menggunakan ponsel Motorola Moto E saia sebagai penyimpan data mass storage. Cus. USB dicolok, muncul notifikasi tersambung ke USB. File ditransfer.

Karena kawan saia gak ini force close tanpa safely remove akhirnya kotak pilihan (check box) "Media perangkat (MTP)" saia unselect. Sesampai di kantor, ponsel saia colok ke komputer. Celakanya, tak ada reaksi apapun baik di komputer maupun di ponsel akibat perbuatan saia tadi. Bagian yang tersulit adalah untuk mengubah kembali pengaturan tadi. Sistem seolah tidak menyediakan opsi "USB sambungan komputer" pada Android ini. Walhasil, pilihan untuk mengeset "perangkat Media (MTP)" atau "Camera (PTP)" tidak ada. Notifikasi mode MTP hilang sama sekali dan tidak ada jalan pintas untuk kembali ke pengaturan itu. Bahkan di mode pengembang sekalipun. Saia Googling pun bingung mau pakai kata kunci apa.

Kabar gembira. Akhirnya ketemu juga pengaturan itu. Ternyata itu nyempil di bagian menu "Penyimpanan" (Storage - english). Fyuhhh... senangnya hatiku turun panas demamku. Kini aku bermain dengan riang...

Jika anda mengalami hal serupa, berikut saia tunjukkan menu tersembunyi itu:


Tampilan seperti ini yang saia harapkan. Tapi jalan menuju kesini... amat terjal berliku.
Pertama, masuk ke Pengaturan (Settings) - Penyimpanan (Storage).
Kemudian perhatikan tanda titik tiga di pojok kanan atas. Itu menu. Pengembang Android menyembunyikannya disitu. Primpen banget yakin. Klik/Pencet/Sentuh/belai touch di bagian itu. dan... jeng jeeng....
Lhaaa.... tampilan tanpa check box ini yang bikin Motorola Moto E milik saia yang menggunakan OS Android KitKat tidak bereaksi saat diculek dicolok ke mata komputer.
Centang. daan... everything is undercontrol, captain.
Selamatlah saia... hahahahaha

» Read More...

Dikantorku, Karyawan WAJIB Pakai Gadget

Saia bekerja disebuah kantor pemerintah. Sebagai freelance. Tempat kerja ane tugasnya adalah memfaSILITasi wakil rakyat. Kota kecil di pesisir selatan Jawa Tengah ini, sejak 6 Agustus 2015 lalu dipimpin oleh Penjabat (PJ) Bupati karena Bupati terpilih sudah habis masa jabatan dan bupati baru belum terpilih.

To the point. Hari pertama menjabat bupati, (sebut saja) pak PJ menginginkan adanya pelayanan prima berbasis teknologi. Dianjurkan pakek twitter. Anjuran ini direspon pimpinan saia dengan (agak) mewajibkan seluruh karyawan, terutama yang PNS, menggunakan smartphone berbasis android. Bahkan beliau memfaSILITasi kredit tanpa bunga bagi yang masih menggunakan hape jadul. Ajieb...

Alhasil, seminggu ini para karyawan yang baru saja bermigrasi ke android sibuk belajar menggunakan perangkat baru. Saia yang pernah sekolah di jurusan yang berbau teknologi lebih sibuk lagi. Ecieeeh... You know what lah ekekekeke

So, whats the problem? Nothing. So far. Hanya kekhawatiran pribadi. Saia agak khawatir hadirnya android di setiap tangan karyawan bukannya meningkatkan (kualitas) kinerja. Apalagi yang dianjurkan pak pimpinan adalah menginstall aplikasi-aplikasi media sosial. Twitter, Facebook, BBM, Line, Whatsapp, Yahoo Messenger. Set dah.

Perubahan situasi pada minggu pertama sejak anjuran penggunaan gadget ini mulai terlihat. Selepas apel pagi, karyawan biasa berkumpul dan bercengkrama di Kitchen and Lounge. Kalo dulu ramai gelak tawa karena semua berbagi cerita, kini topiknya mulai lain. Lain= beda. Bukan "lain" yang media sosial ber ikon hijau itu :D. Topik yang dibahas kali ini lebih ke penggunaan media-media sosial. Celakanya, seperti kodrat awal lahirnya medsos, yang dicari pertama adalag akun-akun kawan lama, bukan instansi yang berhubungan dengan tugas pokok kerja. Saia mulai khawatir dengan dikuasainya penggunaan media sosial ini karyawan malah terjebak pada nostalgia masa lalu. Mendekatkan kawan lama yang jauh. Semoga tidak menjauhkan kami yang dekat secara fisik. Semoga kawan dan atasan saia tidak berubah menjadi komunitas menunduk yang bila ketemu bukan berbincang tapi sibuk dengan perangkat. Semoga ini hanya euforia, dan kelak bisa berjalan lancar seperti yang diinginkan pak PJ. Semoga saia dan rekan serta atasan tetap memprioritaskan menatap mata lawan bicara ketimbang memandang nama pada layar.

Semoga dan semoga. Doakan saia sukses kawan. Ya ang, semoga kamu sukses, lancar rejeki dan dilapangkan segala urusan. Aamiin.

» Read More...

Apel Pagi Sebagai Skala Kinerja

Pagi ini (6/8) saia ikut apel pagi di kantor. Ecieee kantooor. Seperti halnya di kantor lain, apel pagi di kantor saia pun 'hanya' sekedar berbaris bersama, berhitung, berdoa bersama, lalu mendengarkan amanat pembina apel.

Tak ada yang istimewa dari amanat pembina apel. Bagi saia yang istimewa justru hadirnya saia di apel. Kenapah? Karena apel yang rutin dimulai pukul 07:00 WIB ini sangat jarang bisa saia ikuti. Pagi banget coy! Ekekeke

Bagi saia yang seorang freelance, berangkat dinas jam 06:30 WIB adalah hal yang langka. Lalu kenapa sekarang bisa? Karena ada kabar kabur yang mengatakan bahwa pimpinan kami menggunakan presensi apel sebagai tolak ukur kinerja. Bahkan konon akan ada potongan uang harian bagi freelance yang tidak ikut apel. Mendengar kabar ini, reaksi pertama saia adalah; hey what the fvck?? Tapi aturan tetaplah aturan. Kami, saia dan 3 orang freelance yang lain, hanya menuruti dan meniteni.

Jika ada diantara kalian yang tidak tahu apa itu meniteni PM saia yua...

» Read More...

Mudik: Pengertian dan Uwir-Uwir di Dalamnya (bag. 1)

paankbilang.blogspot.com, Mudik, mudik, dan mudik. Mudik adalah sebuah Tradisi pulang kampung menjelang Hari raya Iedul Fitri. Tradisi ini dilakukan oleh mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di perantauan atau kota besar. Keberadaan mereka di kota besar ini lazimnya terjadi karena faktor ekonomi. Saat di kota kelahiran mereka tidak ada lapangan pekerjaan, atau lapangan pekerjaan yang ada tidak mampu menghidupi, mengadu nasib di kota besar adalah pilihan terbaik. Sepanjang Sependek pengetahuan saya, 95,9 % para perantau ini merupakan buruh. Mulai dari buruh pabrik, pekerja bangunan, pembantu rumah tangga, pedagang makanan, hingga musisi jalanan.

Kok pedagang dan musisi jalanan (baca: pengamen) masuk kategori buruh? Karena kebanyakan mereka tidak bekerja sendiri tapi masih ada struktur diatas mereka. Alias punya bos alias mereka juga bawahan para "pemegang wilayah". Tidak semua sih, ada juga yang mandiri, tapi tak lebih dari separo. Kayaknya sih heeee

Mudik saat ini telah menjadi sebuah fenomena lazim yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomis bagi beberapa pihak. Antara lain penyedia moda transportasi seperti bus, kapal laut, kereta api, pesawat udara, hingga rental kendaraan. Perusahaan penyedia transportasi ini seperti berpesta setiap musim mudik tiba. Saya tidak akan membahasnya terlau dalam.

Yang mendapat untung berikutnya yakni para pedagang di sepanjang jalur mudik. Pedagang warungan kecil, restoran, hingga bos SPBU di sepanjang jalur utara dan selatan, di masa mudik mampu meraup untung hingga 500% dibanding di hari-hari biasa. Syukurlah kalo pedagang kecil juga ikut untung.

Itu dulu ah obrolan kita soal mudik. Saya mau mandi dulu. Saya juga baru saja sampai kampung halaman pagi tadi, dari lampung. Semoga obrolan ini bisa berlanjut. Selamat siang.

» Read More...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ideas Community